Islam Ali Akbar Islam Ali Akbar adalah seorang Dosen, Guru, Trainer juga Motivator. Alumni Jurusan Ekonomi UNJ dan Magister Administrasi Pendidikan UHAMKA ini tinggal di Kota tangerang Selatan, Banten.

Guru bisa Humor?, Auto Kelas Bakalan Rame, Seru dan Menyenangkan!

2 min read

“Pak guru lucu, belajar jadi asyik gak ngebosenin”, sahut Andi kepada orang tuanya.

Lain lagi cerita Ahmad kepada temannya, “Asyik belajar sama pak Doni, ketawa mulu, diskusinya juga keren, semua berebut mau bertanya dan menjawab pertanyaan”.

Dear teachers,

Bukankah menyenangkan ketika kita mendapati testimoni didalam kelas seperti diatas!,  tergambar suasana belajar dalam keadaan yang rileks, bebas dari tekanan, aman, menarik, bangkitnya minat belajar, adanya keterlibatan penuh, perhatian peserta didik tercurah, lingkungan belajar yang menarik, bersemangat, perasaan gembira dan konsentrasi tinggi.

Anak terlihat tidak takut untuk memenyampaikan pendapatnya bahkan guru memberikan kesempatan untuk siswa berdiskusi memberikan pilihan untuk optimalisasi gaya belajarnya. lingkungan yang seperti ini tentu akan menumbuhkan semangat belajar menjadi tinggi

Apa yang terjadi pada otak ketika menerima siswa tersenyum atau tertawa?, Aliran darahnya akan semakin lancar menjalar keseluruh anggota tubuh yang membuatnya semakin aktif. Otak mereka menerima suplay darah yang memadai (Ketika tersenyum) akan memudahkan mereka berfikir dan memproses informasi. Kenyamanan yang mereka nikmati ketika tertawa, akan memberikan kesempatan otak emosi (memori) untuk menyimpan informasi, baik dalam memori jangka pendek maupun jangka Panjang. Informasi yang masuk kedalam otak memori yang dilibatkan emosi yang mendalam, akan memudahkan mereka untuk mengingat kembali saat diperlukan.

Berarti kita harus bisa kayak komedian dong?, jawabannya tentu tidak sesulit itu kok kalau kita mau belajar. Berikut beberapa tips agar kita bisa mendesain pembelajaran lebih menyenangkan dengan menyelipkan humor sehingga suasana yang terbangun akan membuat komunikasi di dalam kelas menjadi lebih optimal

1. Mencari Bahan Humor

Perbanyaklah membaca buku. Terutama buku-buku yang berkaitan dengan cara-cara mengajar yang enak dan bisa diterima oleh semua murid tanpa terkecuali. Buku-buku yang berisi humor segar atau cerita-cerita lucu (yang tak hanya menghibur tapi juga mendidik) juga sangat perlu dikoleksi sebagai bahan referensi saat mengajar. Penting dipahami di sini, bahwa humor atau kisah yang lucu dapat membuat anak terpancing untuk lebih semangat belajar. Humor juga dapat menjadi selingan yang baik ketika, misalnya murid terlihat bosan dan mengantuk. Selain itu, humor juga dapat memancing daya kreativitas dan kepekaan murid terhadap sesuatu hal.

Sisipan humor dapat diberikan di awal atau akhir pelajaran, ketika kuis, atau ketika tanya jawab mengenai materi pelajaran.

2. Latihan Humor

Banyak berlatih awalnya mungkin akan terkesan tidak alami tetapi teruslah mencoba agar bisa dan terbiasa. Mulailah dari menggunakan anekdot, pilihlah kejadian sehari-hari agar humornya dekat dengan siswa, Ajukanlah pertanyan yang lucu. Semakin sering Anda melatih diri, semakin terampil Anda menggunakan humor di dalam kelas

3. Pilihan Waktu yang Tepat

Tidak semua waktu tepat untuk humor, usahakan se-natural mungkin agar dapat menampilkan humor yang sesuai dengan waktu yang tepat. Bisa kita bayangkan ketika kita menyampaikan humor saat sedang menasehati siswa tentu waktunya tidak tepat

4. Lakukan Evaluasi

Lakukanlah evaluasi ketika merencanakan humor dengan begitu kita dapat masukan dari siswa yang mendengarkan dan berinteraksi secara langsung bersama kita. Pentingnya evaluasi ini dilakukan sebagai bahan untuk pertemuan berikutnya.

5. Humor yang Direncanakan

Memilih jenis humor dalam pembelajaran berada antara mudah dan sulit. Dikatakan mudah, karena humor itu sebenarnya ada di sekitar kehidupan kita. Humor dikatakan sulit adalah ketika guru memilih humor yang tidak tepat sesuai dengan situasi dan kondisi serta kemampuan guru itu sendiri. Planned humor adalah humor yang direncanakan untuk pembelajaran dengan menggunakan berbagai sumber belajar yang memungkinkan terpicunya keinginan tertawa pada peserta didik. Planned humor ini tidak mengharuskan guru menjadi seorang pencipta, perancang humor, dan menguasai teknik humor yang baik. Waktu yang tepat untuk menggunakan humor dalam pembelajaran dibagi tiga kesempatan; pertemuan awal, saat jeda strategis, dan di akhir sesi pembelajaran. Menutup pembelajaran dengan suasana menyenangkan adalah sebuah keharusan agar peserta didik tidak memiliki beban dalam menghadapi pertemuan berikutnya.

Saat kita akan memulai maka Kenali Siswa Anda, Pahami minat dan preferensi humor siswa Anda. Ini membantu Anda memilih jenis lelucon atau gaya humor yang lebih mungkin membuat mereka tertawa.

Demikian beberapa tips dan saran yang bisa di coba!

Yuk kita praktekkan!

Islam Ali Akbar Islam Ali Akbar adalah seorang Dosen, Guru, Trainer juga Motivator. Alumni Jurusan Ekonomi UNJ dan Magister Administrasi Pendidikan UHAMKA ini tinggal di Kota tangerang Selatan, Banten.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *