“PR itu punya siapa sih sebenarnya?, punya kamu atau itu PR ibu?!, kok malah ibu yang pusing sih?.”
“Susah sekali membangunkan anak saya, stress saya, hampir setiap pagi selalu saja ada omelan yang keluar dari mulut saya untuk membangunkan dia”, ujar seorang ayah dalam sebuah obrolan ringan siang ini.
Tentunya akan sangat menyenangkan sekali kalau anak-anak Anda :
- Tidak saling berkelahi dan berantem lagi
- Tidak mengeluh lagi
- Mengerjakan PR nya tepat waktu tanpa perlu diomeli terlebih dahulu
- Tidur tepat pada waktunya dan tetap di tempat tidur
- Bangun pagi dan siap pergi ke sekolah tepat waktu tanpa perlu omelan pagi dari Anda
- Mematuhi aturan tanpa perlu diingatkan berkali-kali
- Melaksanakan tugas rumah tangga sebelum Anda memintanya
- Bersikap hormat terhadap siapapun
- Bersikap baik ketika di rumah dan di sekolah
- Merapikan kamar mereka sendiri
Semua orang tua menginginkan anaknya untuk berhasil dan sukses dalam mencapai cita-citanya oleh karena itu sikap disiplin akan sangat membantu dalam mencapai itu semua, namun ketika kita salah dalam menerapkan disiplin pada anak kita bukannya membantu mereka yang ada malah akan mereka akan tertekan dengan sikap kita.
Tugas Anda adalah membantu mereka untuk menemukan jalan tercepat dan menikmati proses pembelajaran ini dengan sikap penuh disiplin, maka ada beberapa langkah yang harus Anda lakukan :
1. Mengindentifikasi Perilaku Kurang Baik yang Harus Dirubah
Ini langkah pertama yang harus Anda lakukan untuk membangun sikap disiplin untuk anak Anda. Ingatlah perilaku yang kurang baik yang sering dilakukan oleh Anak Anda kemudian tuliskanlah apa yang harus dirubah dari perilaku itu. Ketika anak Anda susah untuk mengumpulkan PR tepat waktu maka kita tuliskan mereka akan mengumpulkan PR sesuai waktu yang telah di tetapkan bersama.
Lakukanlah diskusi dengan anak Anda terkait harapan Anda kepada mereka, bersungguh-sungguhlah dalam berbicara dengan anak Anda tunjukkan keseriusan Anda untuk membangun perhatian mereka secara jelas anak Anda akan memahami apa yang akan membuat orang tuanya senang. Ketika mereka rajin belajar dan itu membuat Anda senang maka berikanlah pujian atas pencapaian yang telah mereka lakukan
2. Membuat Peraturan
Buatlah peraturan bersama dengan anak Anda hargai sarannya agar mereka bersungguh-sungguh untuk menerapkan peraturan yang telah dibuat bersama. Ingatkan kembali ketika mereka melanggar komitmen yang telah dibuat bersama
3. Memilih konsekuensi yang Tepat
Laksanakan konsekuensi ketika mereka melanggar peraturan yang telah ditetapkan, jangan lemah ketika menerapkan aturan. Aturan dibuat untuk dijalankan dan diterapkan
4. Menumbuhkan Sisi Positif Anak Anda
Mencari sedikit bukti yang memperlihatkan anak Anda suka bekerja keras dan bertanggung jawab. Ketika sudah Anda lihat bahwa bukti itu sudah ada lanjutkan dengan memberikan kalimat sederhana yang akan menggugah anak Anda, “Nak, ibumu bilang ketika ayah datang tadi kalau kamu sudah bekerja keras membereskann tugas-tugasmu. Ibumu juga bilang bahwa kamu juga mengerjakan tugas-tugas yang diberikannya kepadamu. Ini menunjukkan kepada ayah bahwa kamu orang yang suka bekerja keras dan bertanggung jawab, dan ayah sangat menghargai kamu.”
5. Berikan Label Positif
“…………Ini menunjukkan kepada ayah bahwa kamu orang yang suka bekerja keras dan bertanggung jawab, dan ayah sangat menghargai kamu.” Dengan berkata seperti itu Anda menegaskan bahwa anak Anda memiliki karakteristik positif, saya membantunya membuat self-talk yang positif
Tumbuhkanlah keyakinan kepada anak Anda berikanlah pujian ketika mereka berhasil mengerjalan disiplin yang telah dilakukan. Lakukan secara konsisten dan lihatlah perubahan apa yang terjadi
Anda tidak seharusnya menggunakan proses saling mengkritik untuk menumbuhkan sisi positif ini sebaliknya yang perlu ditumbuhkan adalah semangat untuk saling berbagi dengan anak Anda. pastikan mereka tahu bahwa kita melakukan itu untuk kebaikan mereka, saling kritik akan menimbulkan masalah baru ketika Anda tidak bisa mengelolanya dengan baik