Islam Ali Akbar Islam Ali Akbar adalah seorang Dosen, Guru, Trainer juga Motivator. Alumni Jurusan Ekonomi UNJ dan Magister Administrasi Pendidikan UHAMKA ini tinggal di Kota tangerang Selatan, Banten.

4 Ciri Orang Tua yang Otoriter dalam Mendidik Anak

1 min read

“Terserah Ayah saja, Aku ikut aja”. Pernahkah kita mendengar jawaban anak kita seperti itu? Atau ketika kita melihat anak kita tidak punya inisiatif karena takut berbuat salah, kurang percaya diri dan tidak punya tanggung jawab. Jangan-jangan itu karena kita terlalu otoriter dalam mendidik anak kita.

Pernahkan kita mengontrol anak dengan sangat ketat, dilain sisi kita menuntut anak agar lebih bertanggung jawab dan tidak ada komunikasi yang terjadi. Hanya ada satu arah komunikasi yaitu dari orang tua, tidak ada kesempatan anak untuk menyampaikan pendapatnya, mengutarakan keinginannya. Itulah salah satu ciri dari sifat otoriter dalam mendidik anak, ciri yang lain yaitu :

1. Orang tua menentukan apa yang boleh diperbuat oleh anak, tanpa memberikan alasannya

Masalah komunikasi menjadi salah satu sebab terjadinya sikap otoriter pada orang tua, kadang kita merasa memiiliki hak untuk melakukan itu dengan berbagai sebab. Mungkin dahulu orang tua kita juga melakukan hal yang sama dengan yang sekarang kita lakukan atau sebab lainnya.

Namun kita lupa bahwa anak kita juga butuh alasannya kenapa saya tidak boleh melakukan itu ketika alasan itu kita berikan maka anak akan memahami kenapa saya tidak boleh melakukan itu dan apa manfaatnya buat saya ketika saya melakukan itu.

2. Bila anak melanggar ketentuan yang telah ditentukan orang tua, anak tidak diberikan kesempatan untuk mengemukakan penjelasan sebelum hukuman dijalankan

Kenapa Allah SWT memberikan 2 telinga buat kita tentu gunanya untuk lebih banyak mendengar, cobalah sekali-kali kita dengarkan penjelasan anak kita terkait apa yang telah dilakukannya.

Hargailah apa yang disampaikannya terlepas itu benar atau salah kemudian tinggal kita lihat mana dari penjelasannya itu yang benar dan mana yang kurang tepat. Perbaikilah apa yang kurang tepat dan berikanlah pujian atas pendapat yang telah disampaikan.

3. Pada umumnya hukuman yang diberikan berupa hukuman fisik

Berikanlah variasi dalam memberikan hukuman, hukumlah anak berdasarkan tingkat kesalahannya ketika kesalahannya kecil janganlah menghukumnya dengan berlebihan begitupula sebaliknya.

4. Orang tua jarang atau tidak pernah memberikan hadiah, baik itu pujian ataupun lainnya

Berikankanlah hadiah, pujian dan semangat untuk anak kita karena pujian itu akan membangkitkan kepercayaan diri dan memompa semangat mereka sebagai bekal utama untuk masa depan mereka

Jadi ayah dan bunda, mari ajak anak kita berbicara karena dengan berbicara kita jadi tahu apa yang ada dalam pikiran mereka. Sudah saatnya kita bisa bermain peran dengan anak kita. Kadang saya adalah guru mereka, kadang saya adalah juga teman mereka.

Selamat mencoba Ayah dan Bunda!

Islam Ali Akbar Islam Ali Akbar adalah seorang Dosen, Guru, Trainer juga Motivator. Alumni Jurusan Ekonomi UNJ dan Magister Administrasi Pendidikan UHAMKA ini tinggal di Kota tangerang Selatan, Banten.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *