Islam Ali Akbar Islam Ali Akbar adalah seorang Dosen, Guru, Trainer juga Motivator. Alumni Jurusan Ekonomi UNJ dan Magister Administrasi Pendidikan UHAMKA ini tinggal di Kota tangerang Selatan, Banten.

4 Cara Menjadi Super Parents

2 min read

Maukah kita menjadi super parents? Taukah Anda bagaimana caranya? dibawah ini ada 4 cara untuk menjadi super parents, yaitu :  

1. Orang tua adalah role model yang utama bagi anak 

Anak itu cerminan orang tuanya, atau sering kita dengar peribahasa buah tidak jatuh tidak jauh dari pohonnya. Ungkapan dan peribahasa itu agaknya perlu kita jadikan cerminan buat kita dalam mendamping anak-anak kita tumbuh dan berkembang. Orang tua yang selalu memaksakan kehendak kepada anaknya maka cenderung kita dapati anak kita akan takut berpendapat, tidak bisa membuat keputusan bahkan menajdi agresif.

Itu adalah contoh betapa dekatnya anak kita menjadi peniru dari perilaku orang tuanya. Sekarang sadarakah kita, bahwa kitalah yang akan membentuk anak kita, kitalah yang berperan dalam pembentukan karakter ini semakin bagus peran kita maka semakin memudahkan anak kita dalam menentukan karakter apa yang akan dipakai dalam kehidupan kesehariannya.

2. Memiliki visi dalam mendidik anak

Penting sekali memiliki visi dalam mendidik anak, Abdullah Nashih Ulwan dalam kitanya Tarbiyah Al-Awlad Fi Al-Islam . (Pendidikan Anak Menurut Islam) merumuskan tata cara mendidik anak dengan baik dan benar. Ketika anak masih berada dalam kandungan, seorang ibu harus rajin mengajarkan akhlak yang positif. Selanjutnya, ketika anak telah dilahirkan ke dunia, langkah awal adalah dengan dilantunkannya kalimat tauhid (azan pada telinga kanan dan iqamat di telinga kiri). Kemudian, orang tua berkewajiban untuk memberikan nama yang baik pada anak, melakukan akikah (pemotongan hewan dan rambut anak), mengkhitankannya, dan menyekolah. Hal tersebut, kata pengarang kitab ini, merupakan manifestasi dari kepedulian orang tua terhadap anak dalam mendidiknya, yang dimulai sejak dari kandungan, saat kelahiran, hingga ia mulai beranjak dewasa. Dan, pendidikan pada anak ini harus dilakukan secara simultan dan berkesinambungan, tanpa henti.

Kalau orang tua memiliki visi seperti diatas kita akan melihat mereka akan dengan senang hati mendampingi dan menikmati proses tumbuh kembang anak.

3. Berikan kepercayaan

Bijaksanalah dalam menghadapi perilaku anak adakalanya mereka menampilkan sikap yang menyenangkan begitupun sebaliknya pahami mereka sedang dalam proses pencarian identitas, bersabarlah sambil terus membimbing mereka dengan kesabaran orang tua yang luar biasa kita akan bisa membuat mereka memahami apa yang benar dan apa yang kurang tepat untuk dilaksanakan.

Cobalah latih kemandirian mereka dengan memberikan tugas berikanlah kepercayaan kepada mereka, misalkan; belanja ke pasar, membeli barang yang dibutuhkan, bersama membersihkan rumah, mencuci motor/mobil bersama.  Semakin banyak tugas yang diberikan akan muncul perasaan bahwa mereka diberikan kepercayaan oleh orang tua mereka itulah modal dasar untuk membentuk kepercayaan diri untuk anak kita.

4. Tegakkan aturan yang telah disepakati bersama

  • Seimbang dalam menerapkan aturan tidak terlalu keras dan tidak terlalu lembek

Menurut  M. Ngalim Purwanto, dalam buku Ilmu Pendidikan Teoritas dan Praktis yang ia tulis, reward adalah alat pendidikan represitif yang menyenangkan, diberikan kepada anak yang memiliki prestasi tertentu dalam pendidikan, memiliki kemajuan dan tingkah laku yang baik sehingga dapat dijadikan tauladan bagi teman-temannya. Sedangkan punishment adalah hukuman pada anak atas kesalahan yang ia lakukan. Keduanya antara reward dan punishment, haruslah berjalan secara seimbang.

Boleh untuk memberikan hadiah kepada anak setelah prestasi yang ia capai, namun penting untuk tekankan kepada anak bahwa hal ini tidak menjadi rutinitas untuk kedepannya apabila ia meraih prestasi lagi.

Boleh untuk orangtua mengatakan “Kalau hari ini dikasih hadiah, belum tentu besok-besok dikasih hadiah lagi ya, doakan aja Allah kasih kemudahan rezeki ke Ayah biar bisa belikan hadiah lagi.” Hal ini ditujukan agar anak mampu memahami kondisi orangtua dan tidak mudah menuntut hadiah kepada orangtua.

Namun bagaimanapun, prinsip-prinsip dasar dalam menididik anak yang harus selalu dipegang adalah lemah lembut dan kasih sayang sebagai dasar muamalah dengan anak. Al-Baihaqi meriwayatkan, “Ajarkanlah ilmu dan janganlah kalian bersikap keras, karena sesungguhnya mengajar ilmu lebih baik dari orang yang ber­sikap keras.”

  • Ingatkan terus tentang kesepatakan bersama

Kesepakatan bersama adalah salah satu alat paling mudah untuk memulai menumbuhkan disiplin positif dalam keluarga. Sayang sekali jarang keluarga yang memilikinya. Sebagian besar keluarga yang menyatakan sudah memiliki peraturan pun kadang tidak jelas bagi anak, atau menerapkannya dengan kurang konsisten.

Bagaimana membuatnya dibawah ini ada beberapa caranya; kesepakatan bersama haruslah dibuat dengan keterlibatan semua anggota keluarga, kesepakatan bersama dibuat tidak terlalu banyak tetapi konsisten dilakukan, dibuat tertulis untuk memudahkan siapapun melihat kembali apa yang pernah disepakati, kesepakatan bersama haruslah memuat reward dan punishment untuk mengikat semua anggota keluarga.

Itulah 4 cara yang bisa kita lakukan untuk menjadi super parents semoga kita bisa memperaktekkannya ya…

Islam Ali Akbar Islam Ali Akbar adalah seorang Dosen, Guru, Trainer juga Motivator. Alumni Jurusan Ekonomi UNJ dan Magister Administrasi Pendidikan UHAMKA ini tinggal di Kota tangerang Selatan, Banten.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *