Islam Ali Akbar Islam Ali Akbar adalah seorang Dosen, Guru, Trainer juga Motivator. Alumni Jurusan Ekonomi UNJ dan Magister Administrasi Pendidikan UHAMKA ini tinggal di Kota tangerang Selatan, Banten.

3 Langkah Menjadi Sekolah yang Bersih dan Rapi

2 min read

Sekolah yang bersih dan rapi tentulah harapan semua warga sekolah, baik itu siswa, guru dan orang tua. Harapan itu tentu harus diwujudkan dengan membuat beberapa perencanaan, ini bukan hanya tannggungjawab office boys, atau cleaning service tetapi tanggungjawab kita semua. 

Menjadikan kebersihan sebagai bagian dari budaya maka tengoklah pendukung timnas Jepang memunguti sampah-sampah mereka ketika pertandingan usai, entah timnya menang atau kalah pada perhelatan Piala Dunia di Brazil (2014) dan Rusia (2018). Tindakan terpuji ini tidak hanya ditunjukkan oleh suporter mereka, tetapi para pemainnya sendiri. Ruang ganti para pemain bersih dari satu sampah pun.


Apa yang membuat orang-orang Jepang begitu peduli dengan kebersihan meskipun mereka tidak sedang berada di negaranya? Meski tidak ada yang mengawasi? Atau ketika tempatnya tidak menuntut kebersihan setingkat kebersihan di negaranya? “Selama 12 tahun bersekolah, dari SD sampai SMA, kebersihan adalah bagian dari rutinitas kami.” Setidaknya begitulah pendakuan Maiko Awane, asisten direktor di salah satu kantor pemerintah di Jepang sebagaimana dikutip dari BBC.

Bagaimana caranya membangun sekolah yang bersih dan rapi?, paling tidak maka ada 3 langkahnya, yaitu :   

1. Tanggung jawab semua pihak

Membangun sekolah yang bersih memerlukan partisipasi semua warga sekolah, apalagi dalam Islam, “kebersihan adalah sebagian dari Iman”. Untuk membangun tanggungjawab ini siswa perlu diberikan pemahaman melalui pelatihan ataupun arahan di kelas tentang pentingnya membangun sekolah yang bersih dan rapih, kemudian kita lanjutkan dengan pembiasaan di kelas dan di lingkungan sekolah berlanjut ke tahapan yang kedua ini diperlukan evaluasi yang terus menerus dan pemberian motivasi untuk membangun kesadaran dan tanggung jawab siswa.

Melibatkan semua warga sekolah dan pembiasaan yang berkelanjutan menjadi kunci untuk membangun tanggung jawab.

Ayo..kita coba bersama!

2. Inovasi program kebersihan 

Beberapa program yang bisa dilakukan diantaranya :

Mendirikan program barbeque (barang bekas berkualitas), program ini dibuat untuk mendorong siswa berperan aktif dalam menjaga lingkungan rumah dan sekolah, dimana siswa diminta mengumpulkan barang bekas yang masih berkualitas dari rumah kemudian barang-barang tadi disedekahkan ke skolah untuk dijual kembali dan hasilnya digunakan untuk memperindah lingkungan sekolah ataupun untuk bakti sosial siswa di lingkungan sekitar sekolah

Selain itu, Guru pun bisa menjadikan sampah-sampah tersebut menjadi media pembelajaran atau sumber pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa atau diolah kembali menjadi barang kerajinan yang mempunyai nilai tambah oleh para siswa. Barang ketrampilan tersebut berupa keset, bunga kering, daur ulang kertas dan hiasan dinding. Mari kita ciptakan lingkungan sekolah yang sehat dan bersih.

Gerakan paperless, katakan tidak pada styrofoam, kurangi sedotan, kurangi pembungkus plastic dan bawa tas sendiri ketika belanja adalah beberapa gerakan untuk menyayangi bumi ini. Kita tahu  bagaimana plastik sangat susah diuraikan oleh tanah butuh waktu ratusan tahun untuk menguraikan 1 plastik saja, maka gerakan sayangi bumi ini sangat tepat untuk menjadikan sekolah yang kita cintai menjadi sekolah yang bersih dan rapi.

3. Evaluasi secara berkala

Evaluasi ini perlu dilakukan secara berkala karena ini tentang mengubah karakter perlu pembiasaan dan kesabaran di dalamnya, paling tidak dalam proses evaluasi ini ada beberapa kegiatan yang bisa dilakukan, yaitu :

  • Saling mengingatkan

Pemilihan duta kebersihan bisa menjadi contohnya, ini dilakukan untuk membiasakan siswa bertanggungjawab atas lingkungan mereka sendiri, dipilih dari siswa agar bisa menjadi contoh kepada teman-temannya yang lain. Proses saling mengingatkan ini dilakukan juga di dalam kelas ketika melihat siapapun yang membuang sampah sembarangan atau membawa alat dan bahan yang tidak ramah lingkungan kita bisa langsung mengingatkannya

  • Saling memberikan contoh

Selain saling mengingatkan perlu juga dikuatkan dengan saling memberikan contoh untuk membuang sampah dan membawa alat serta bahan yang ramah lingkungan.

Siswa yang bisa memberikan contoh yang terbaik kita berikan penghargaan untuk memotivasi siswa yang lainnya.

  • Memberikan dorongan dan motivasi

Kadang semangat siswa menurun seiring waktu menjalankan program ini maka diperlukan dorongan dan motivasi dari seluruh warga sekolah untuk menguatkan kembali semangat dan cita-cita kita untuk membangun sekolah yang bersih dan rapi

Demikian 3 langkah mudah untuk membangun sekolah yang bersih dan rapih. Siapkah sekolahmu menjadi sekolah yang bersih dan rapi?

Ayo kita laksanakan 3 langkah diatas, ya!

Islam Ali Akbar Islam Ali Akbar adalah seorang Dosen, Guru, Trainer juga Motivator. Alumni Jurusan Ekonomi UNJ dan Magister Administrasi Pendidikan UHAMKA ini tinggal di Kota tangerang Selatan, Banten.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *