“Apa bedanya sekolah unggul dengan sekolah unggulan?”. tanya seorang orang tua kepada seorang petugas TU ketika akan memasukkan anaknya di sekolah tersebut. Terdengar lagi pertanyaan orang tua lain, “Apakah sekolah ini sekolah unggulan?”. Untuk menjawab pertanyaan ini tentu membutuhkan pemahaman tentang apa itu sekolah unggul dan sekolah unggulan.
Menurut Cheng Y.C. dalam bukunya Conceptualization and Measurement of School Effectiveness: an Organizational Perspective sekolah unggul berarti kualitas atau predikat kepada sekolah yang memiliki kriteria-kriteria tertentu. Karenanya sebutan lain untuk sekolah unggul adalah sekolah efektif, yaitu sekolah yang mampu mengoptimalkan dan memfungsikan dengan baik seluruh input yang ada pada sekolah tersebut untuk mencapai hasil yang optimal.
Sekolah unggul dapat mengoptimalkan sumber daya yang tersedia untuk memajukan sekolahnya karena lebih paham dengan peta kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang mungkin dihadapi sehingga input dan output pendidikan akan dikembangkan sesuai dnegan tingkat perkembangan dan kebutuhan peserta didik.
Bagi orang tua, guru maupun siswa tentu sangat ingin agar sekolahnya menjadi sekolah yang lebih baik dari sebelumnya, bukankah kita ingat dengan perkataan Ali bin Abi Thalib, “Barangsiapa hari ini lebih baik daripada hari kemarin, maka ia adalah orang yang beruntung. Barangsiapa hari ini sama dengan hari kemarin, maka ia adalah orang yang merugi. Dan barangsiapa hari ini lebih buruk daripada hari kemarin, maka ia adalah orang yang sangat merugi.”
Apakah ini hanya menjadi tugas dan tanggung jawab sekolah saja?, tentu tidak! karena semua pihak harus terlibat untuk membangun sekolahnya menjadi sekolah unggulan. Dibawah ini ada beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk menjadikan sekolah kita menjadi sekolah unggul, yaitu :
1. Memiliki Kepemimpinan yang Baik
Kemampuan profesional kepala sekolah dalam memimpin dan mengelola sekolah secara efisien dan efektif serta mampu menciptakan iklim organisasi di sekolah dengan baik akan sangat menunjang sekolah kita menuju sekolah unggul.
Tentunya kepemimpinan ini berbasis sistem sehingga ketika kepala sekolah berganti maka kualitas sekolah tidak turun bahkan lebih baik lagi karena ada semangat baru dari orang yang menggantikan kepala sekolah.
2. Guru yang Dicintai
Guru yang berkarakter memahami apa yang menjadi tanggung jawabnya, apa saja sih tanggungjawab seorang guru? Tentunya mendidik dan mengajar merupakan tanggungjawab utama seorang guru. Ketika seorang guru mampu menunjukkan karakter dan sikap yang baik, ditunjang dengan kemampuan kompetensi yang memadai maka akan muncul sosok guru yang memiliki benar-benar dibutuhkan oleh siswa.
Terbayang dalam benak kita ketika guru yang berkarakter hadir di kelas makan kelas tersebut akan menjadi kelas yang dirindukan; penyampaian materinya mudah dipahami walaupun pelajarannya sulit sehingga sosok guru seperti ini sangat dicintai oleh siswanya
3. Sekolah sebagai Organisasi Pembelajar
Sekolah yang memiliki budaya pembelajar berarti memiliki tujuan yang diambil dari visi dan misi sekolah. Sekolah sebagai organisasi pembelajar berarti sekolah siap secara terbuka untuk terus belajar dan menerima saran dari orang lain untuk kemajuan sekolah.
Sikap mau terus belajar dan menerima saran menunjukkan bahwa budaya pembelajar selalu hadir dalam setiap orang yang berada di lingkungan sekolah tersebut, mulai dari kepala sekolah, guru, siswa bahkan orang tua. Salah satu program yang dilakukan dalam organisasi pembelajar adalah pelatihan berkala yang senanantiasa dilakukan dan dengan senang diikuti oleh warga sekolah
4. Kolaborasi dengan Orang Tua
Kolaborasi ialah keterlibatan timbal balik dalam upaya terkoordinasi untuk memecahkan masalah bersama. Interaksi kolaboratif ditandai dengan tujuan bersama, struktur yang simetris, tingkat negosiasi, interaktivitas, dan saling ketergantungan yang tinggi. Interaksi yang menghasilkan hubungan yang saling mendukung sangat berharga untuk meningkatkan pembelajaran siswa.
Kolaborasi sekolah dan orang tua muncul karena adanya kebutuhan saling melengkapi ada kebutuhan yang kalau dilakukan oleh sekolah saja mungkin hasilnya bagus namun ketika dibantu oleh orang tua maka hasilnya akan sangat luar biasa, sebagai contoh ketika ada sebuah kegiatan yang membutuhkan pembicara maka ketika ada orang tua yang memiliki keahlian yang dibutuhkan untuk menjadi pembicara maka terciptalah sebuah program yang luar biasa dari orang tua dan sekolah sebagai hasil dari kolaborasi.
Ayo kita bangun sekolah kita menjadi sekolah unggul..
Semangat!
Selamat mencoba
Bahan bacaan :
Abd. Rahman A. Ghani. 2014. Metodologi Penelitian Tindakan Sekolah, Jakarta : Rajawali Press, 2014.
Cheng, Y.C. 1993. Conceptualization and Measurement of School Effectiveness: an Organizational Perspective. Atlanta : AERA paper.