Banyak penulis yang merasa sulit membagi waktu sehingga tulisannya tidak selesai sesuai waktu yang sudah direncanakan, bahkan kesulitan mendapatkan mood menulis sampai ada yang menyampaikan bahwa ide untuk menulis itu sulit didapatkan.
Bahkan ketika penulis tersebut sudah berhasil membuat beberapa tulisan ketika akan mulai mempublikasikan tulisannnya hanya sedikit yang merespon baik itu memberikan like kalau itu di sosmed atau membeli buku yang telah dibuat.
Cahyadi Takariawan mengatakan, “Lihatlah tujuan menulismu, kalau karena like di sosial media maka ketika tidak ada yang me-Like maka kita berhenti menulis, atau karena banyaknya trafic di website yang sedang Anda bangun tetapi begitu tidak banyak yang melihat dan tidak tumbuh trafic yang seperti kita harapkan maka kita akan berhenti menulis”. Kalau ini tujuan Anda dalam menulis maka yakinlah akan sedikit penulis yang bisa bertahan untuk bisa konsisten dalam menulis.
Lanjut, Cahyadi Takariawan menyampaikan, “Menulislah semudah bernafas, karena ketika seseorang bernafas maka seperti itulah kehidupan.”. Seorang penulis tidak pernah ditentukan oleh kondisi sekitarnya, bahkan seharusnya kitalah yang menentukan ingin seperti apa lingkungan kita. Bahkan kita membangun lingkungan yang bisa mendukung kita untuk bisa dengan mudah menulis.
Yuks kita sederhanakan saja pembahasan tema ini, apa saja sih kegiatan seorang penulis sampai dia bisa duduk di depan laptop dan mulai menulis. Ketika hal ini ditanyakan ke dalam beberapa kelas pelatihan jawabannya sungguh beragam. Ada yang jawab; ambil laptop dulu, buat coretan terlebih dahulu, bikin tema, kumpulkan bahan, seleksi bahan, bikin judul dulu atau bahkan membuat outline terlebih dahulu.
Nah ada beberapa cara agar kita bisa konsisten menulis, diantaranya adalah :
1. Temukan Alasan, kenapa Anda Menulis?
Ini bukan tentang benar atau salah? tentunya kalau kita lihat secara umum langkah awal yang harus disiapkan tentunya sebuah alasan. kenapa? karena menulis itu butuh alasan? apa alasan yang membuatmu semangat untuk menulis. Jika Anda belum menemukan itu sudah pasti akan sulit membuat Anda duduk sekian waktu di depan laptop atau komputer dan mulai menulis.
Temukanlah 100 bahkan 1000 alasan kenapa harus menulis. sehingga tidak ada ruang bagi kita untuk tidak menulis. bahkan merasa rugi kalau sehari tidak menuangkan gagasan dalam tulisan. Seorang guru SMA saya pernah berkata, “kalau seorang murid sudah memimpikan apa yang diinginkannya berarti alasan itu sudah masuk ke alam bawah sadarnya, dan ini bagus karena akan memperkuat komitmen kita untuk menulis.”
Ok ya! ini adalah tips pertama. Nah temukanlah alasan kita yang paling kuat untuk menulis mulai sekarang!
2. Banyak Membaca
Menulis merupakan aktifitas yang bisa mengasah kemampuan berfikir dan kemampuan ini akan kita dapatkan ketika banyak referensi yang kita baca, tulisan kita mencerminkan apa yang kita baca. Jadi untuk menjadi penulis yang produktif usahakan banyak membaca karena dengan membaca kita akan menemukan banyak ide dalam menulis, memperkuat tulisan yang sedang kita susun bahkan mengembangkan sebuah tulisan menjadi lebih baik lagi
Sadar atau tidak, bahwa tulisan kita hari ini tercermin dari apa yang kita baca beberapa waktu sebelum hari ini, termasuk kalau kita banyak membaca mulai hari ini maka kualitas menulis kita akan semakin baik pada masa yang akan datang. Cobalah menamatkankan bacaan kita dengan waktu yang sudah direncanakan dengan begitu kita akan bisa beralih ke buku lain setelah buku yang pertama selesai kita baca
3. Berkumpul dengan Komunitas Penulis
Ketemu dengan banyak orang yang memiliki hoby yang sama tentunya sangat bagus untuk perkembangan kemampuan menulis, kita bisa banyak bertanya bahkan saling menguatkan. Banyak inspirasi yang akan hadir terutama dari bagaimana teman-teman dalam satu hoby yang sama memiliki jumlah karya yang berbeda-beda
Ada yang sudah membuat ratusan karya baik itu buku atau artikel, ada yang sudah berhasil membuat karya-karyanya menjadi buku best seller hingga menjadi inspirasi banyak penulis muda untuk mengikuti jejak dan langkah penulis yang sudah berhasil, bahkan ada yang baru mulai, baru berusaha untuk menjadi penulis dengan menjalani kebiasaan seorang penulis.
Energi positif akan sangat terasa dalam kumpulan komunitas penulis dan itu akan sanat berguna untuk semua penulis baik bagi yang baru ataupun bagi yang sudah berhasil membuat banyak karya.
4. Perhatikan Waktu Menulis
John Hoyer Updike seorang penulis produktif memberikan beberapa tips penting bagi seorang penulis yang ingin lebih produktif, diantaranya terkait waktu menulis. kenapa waktu menulis? kenapa tidak tips yang lain. Nah ini menarik untuk kita bahas ya!
“I try to write in the morning and then into the afternoon. I’m a later riser. I rush into the office around 9:30 and try to put the creative project first. I have a late lunch, and then the rest of the day somehow gets squandered” –John Updike.
Siapakah John Hoyer Updike? ia adalah seorang novelis, penulis puisi, penulis cerita pendek, serta kontributor The New Yorker. Dua karyanya mendapatkan penghargaan bergengsi Pulitzer untuk kategori fiksi. Di sepanjang hidupnya, Updike telah menerbitkan lebih dari 20 novel, belasan kumpulan cerita pendek, delapan volume buku kumpulan puisi, dan beberapa buku nonfiksi.
Tentukan waktu terbaik Anda dalam menulis! kitalah yang paling paham dengan waktu kita, segera tentukan. apakah pagi hari, siang hari, sore, malam atau menjelang subuh semua waktu adalah baik. Usahakan ketika kita sudah menemukan waktu terbaik buatlah target sekali duduk. Akan menulis berapa kata kah kita? berapa lama waktunya? lakukanlah dengan konsisten
Selamat mencoba!
Semoga semua usaha kita untuk bisa konsisten dalam menulis diberikan kemudahan
Bahan Bacaan
Sam Tanenhaus, John Updike’s Archive: A Great Writer at Work, https://www.nytimes.com, 20 Juni 2010
Cahyadi Takariawan, Agar Selalu Produktif Menulis-58, https://ruangmenulis.id/agar-selalu-produktif-menulis-58/, 15 November 2021