“Kepemimpinan adalah sesuatu yang kamu peroleh, sesuatu yang kamu pilih. Kamu tidak bisa berteriak dan bilang, “Aku pemimpinmu!” Menjadi pemimpin adalah karena orang lain menghormatimu.” – Ben Roethlisberger
Andika diamanahkan menjadi seorang pemimpin dalam organisasi di lingkungan rumahnya, beberapa kali curhat dengan temannya, “Emang gini ya rasanya jadi pemimpin, harus bisa memahami anggotanya. Padahal mereka gak pernah memahami kita sebagai pemimpin berarti kita yang harus ngalah terus dong ya!”.
“Kegagalan tim selalu disalahkan ke saya! Pas giliran tim mencapai achievment gak ada yang nganggep saya, padahal kan saya pemimpinnya. Enak di elo gak enak di gua dong!”, Ujar Dini kepada temannya.

Pernahkah kejadian seperti ini dialami oleh sobat sekalian? kita bisa loh belajar bagaimana cara menjadi seorang pemimpin yang baik bahkan kita bisa berganti-ganti gaya dalam memimpin kalau kita mengetahui macam-macam gaya dalam kepemimpinan. Seorang pelatih sepakbola saja bisa berganti-ganti formasi yang dibutuhkan ketika akan menghadapi lawan yang berbeda-beda.
Sob, mengingat jenis-jenis kepemimpinan itu ada banyak, jadi penting buat kita paham tentang beberapa gaya kepemimpinan, nah manakah yang cocok dengan sobat sekalian! baca sampai habis ya!
1 .Kepemimpinan Otokratis
Pemimpin dengan kepemimpinan otokratis merupakan pemimpin yang dominan dalam berbagai tindakan dan juga keputusan yang diambil. Kekuasaan pemimpin sangat mutlak dan hampir tidak ada celah untuk para bawahan memberikan masukan.
Gaya kepemimpinan ini biasa hadir dalam organisasi militer di mana kekuasaan pemimpin amat mutlak serta adanya pemisahan tegas antara atasan dan juga bawahan.
2. Kepemimpinan Birokrasi
Kepemimpinan birokrasi biasa diterapkan dalam kantor pemerintahan atau perusahaan besar yang sudah memiliki budaya kuat mengakar sejak lama. Gaya kepemimpinan birokrasi mengatur berbagai macam hal secara sistematis.
Ada aturan-aturan yang sudah ditetapkan untuk urusan-urusan tertentu, sehingga dalam konteks ini, bawahan tidak punya ruang untuk mendobraknya dan harus mengikuti regulasi yang ada.
3. Kepemimpinan Partisipatif
Gaya kepemimpinan yang satu ini memberikan ruang bagi bawahan untuk berpartisipasi lebih dalam pembuatan sebuah keputusan. Pendapat bawahan didengarkan tentu bila memberikan pandangan baru dan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.
Hubungan yang terjalin antara atasan dan juga bawahan sangat bersahabat serta hangat dan tidak ada suasana otoriter. Gaya kepemimpinan yang satu ini sangat cocok diterapkan di perusahaan-perusahaan rintisan atau organisasi nirlaba.

4. Kepemimpinan Delegatif
Pada gaya kepemimpinan delegatif, para bawahan diberikan kebebasan oleh para pemimpin. Maka dari itu, bawahan punya ruang untuk melakukan hal-hal sesuai dengan keyakinan mereka dan mampu mengambil keputusan sendiri.
Namun, kepemimpinan delegatif ini hanya bisa diterapkan apabila para bawahan sudah cukup matang dalam mengambil keputusan, karena jika tidak, para bawahan akan mengambil keputusan yang salah.
Nah setelah sobat sekalian tahu macam-macam gaya kepemimpinan diatas mana yang akan kamu pilih! Tentunya pilihlah yang terbaik ya agar tim kamu bisa menjadi tim yang HEBAT.
Selamat Mencoba!!!