Islam Ali Akbar Islam Ali Akbar adalah seorang Dosen, Guru, Trainer juga Motivator. Alumni Jurusan Ekonomi UNJ dan Magister Administrasi Pendidikan UHAMKA ini tinggal di Kota tangerang Selatan, Banten.

Menjadi Seorang Pemimpin

3 min read

Pernahkah Anda mendengar nama Eugene Kranz? Seorang yang menjabat sebagai Direktur penerbangan Apollo 13 yang berhasil membangun motivasi kepada seluruh kru NASA untuk bekerjasama dengan solid dengan awak kapal luar angkasa Apollo 13 yang mengalami ledakan besar sehingga walaupun para astronotnya selamat namun terkatung-katung di luar angkasa yang tak bertuan dan tak berujung?

Kisah inspiratif ini bahkan di dokumentasikan dalam sebuah film yang disutradarai oleh Ron Howard pada tahun 1995. Kalimat yang luar biasa dari Eugene Kranz yaitu, “Mari kita selesaikan masalah ini!”, menjadi sebuah komando dari seorang pemimpin kepada seluruh tim NASA untuk berkonsentrasi pada setiap hal yang dapat mereka lakukan setiap tindakan harus dilakukan dengan cepat, tepat dan akurat karena sedikit saja kesalahan maka akan berakibat fatal kepada para astronot Apollo 13

Salah satu kualitas seorang pemimpin akan terlihat ketika ada kejadian seperti diatas, bagaimana seorang pemimpin mampu memecahkan masalah dengan kesungguhan serta mampu mengarahkan serta memotivasi anggotanya. Bahkan ketika kita akan melakukan perjalanan, Rasulullah SAW bersabda, “Jika tiga orang (keluar) untuk bepergian, hendaklah mereka mengangkat salah seorang dari mereka sebagai ketua rombongan.” (HR Abu Daud).

George R. Terry (Miftah Thoha, 2010: 5) mengartikan bahwa kepemimpinan adalah aktivitas untuk mempengaruhi orang-orang supaya diarahkan mencapai tujuan organisasi. Kepemimpinan meliputi proses mempengaruhi dalam menentukan tujuan organisasi, memotivasi perilaku pengikut untuk mencapai tujuan, mempengaruhi untuk memperbaiki kelompok dan budayanya.

Jenis-jenis Kepemimpinan

Menurut Kadarusman (2012) kepemimpinan atau leadership dibagi menjadi tiga, yaitu: (1) Self Leadership; (2) Team Leadership; dan (3) Organizational Leadership.

Self Leadership adalah memimpin diri sendiri agar jangan sampai gagal menjalani hidup. Team Leadership diartikan sebagai memimpin orang lain. Pemimpinnya dikenal dengan istilah team leader (pemimpin kelompok) yang memahami apa yang menjadi tanggung jawab kepemimpinannya, menyelami kondisi bawahannya, kesediaannya untuk meleburkan diri dengan tuntutan dan konsekuensi dari tanggung jawab yang dipikulnya, serta memiliki komitmen untuk membawa setiap bawahannya mengeksplorasi kapasitas dirinya hingga menghasilkan prestasi tertinggi.

Sedangkan Organizational Leadership dilihat dalam konteks suatu organisasi yang dipimpin oleh organizational leader (pemimpin organisasi) yang mampu memahami nafas bisnis perusahaan yang dipimpinnya, membangun visi dan misi pengembangan bisnisnya, kesediaan untuk melebur dengan tuntutan dan konsekuensi tanggung jawab sosial, serta komitmen yang tinggi untuk menjadikan perusahaan yang dipimpinnya sebagai pembawa berkah bagi komunitas baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional.

Kepemimpinan adalah sebuah hubungan yang saling memengaruhi antara pemimpin dan pengikutnya. Walaupun cukup sulit menggeneralisir, pada prinsipnya kepemimpinan (leadership) berkenaan dengan seseorang memengaruhi perilaku orang lain untuk suatu tujuan. Tapi bukan berarti bahwa setiap orang yang memengaruhi orang lain untuk suatu tujuan disebut pemimpin.

Menjadi Seorang Pemimpin 

Untuk menjadi pemimpin yang baik tentunya dibutuhkan semangat dan karakter yang luar biasa agar dapat membangun tim yang baik dan solid. Dibawah ini ada beberapa hal yang bisa diperhatikan untuk menjadi seorang pemimpin yang baik, yaitu :  

1. Memiliki Visi yang Jelas (Visioner)

Pemimpin yang mampu menggerakkan anggotanya harus punya visi yang jelas dan tersampaikan dengan baik, ini dilakukan agar dapat menyatukan seluruh anggota untuk memahami kemana arah dan tujuan dari organisasi tersebut.

Bisa dibayangkan ketika kita naik ojek pangkalan dan ketika ditanya oleh pengemudinya, “Mau kemana?”, kita juga bingung dan kita jawab, “Terserah abang aja mau kemana!”. Kalau tujuan organisasi seperti ini maka bisa dipastikan organisasi ini tidak maju dan berkembang.

Nah! buat Anda yang ingin menjadi seorang pemimpin milikilah visi yang jelas sehingga anggota Anda akan mendukung dan bersama dengan Anda dalam mewujudkan tujuan organisasi yang sudah dibuat

2. Memberikan Contoh

Sekarang superman is dead gantinya sekarang yang kita butuhkan adalah super team. Membangun super team tidak bisa dibangun dalam sehari dibutuhkan semangat untuk memberikan contoh bukan hanya memberi perintah.

Ketika Anda menjadi seorang pemimpin perbanyaklah memberikan contoh daripada perintah, ketika Anda meminta anggota hadir jam 08.00 untuk rapat sebuah kegiatan maka contohkan Anda hadir 07.45 sehingga menjadi teladan bagi anggota Anda

Yuks! berikan perbanyak memberikan teladan dan contoh kebaikan.

3. Memiliki Skill Komunikasi yang Baik

Anda Pemimpin! maka Anda butuh skill komunikasi yang baik. Memarahi, membicarakan orang lain dan merendahkan orang lain adalah cerminan  dari ketidakmampuan kita dalam berkomunikasi. Apakah seorang pemimpin tidak boleh marah? tentu saja boleh! namun semua harus dilakukan sesuai dengan porsinya dan tidak berlebihan.

Belajarlah untuk lebih banyak diam, simak dan mendengarkan dengan seksama ketika orang lain sedang berbicara dengan Anda, fokuskan pandangan Anda ke matanya sebagai tanda Anda menghargainya. Ketika giliran Anda berbicara sampaikanlah gagasan dengan baik, sesuaikan dengan konteks yang sedang dibicarakan sertakan gestur tubuh dan juga tetap mengendalikan emosi.

Skill komunikasi ini bisa dilatih kok! tidak perlu khawatir namun butuh kesabaran dalam mencobanya! selamat berlatih ya..

4. Percaya Diri

Rasa percaya diri yang tinggi adalah hasil dari perjalanan hidup seseorang bukan bentukan sejak lahir atau keturunan. Seorang pemimpin yang percaya pada kemampuan dirinya akan mampu membawa organsasinya ke arah yang lebih baik. sehingga semua program yang sudah direncanakan dapat dilaksanakan dengan baik.

Rasa percaya diri bisa dibangun dengan banyak membaca serta banyak berinteraksi dengan orang-orang yang lebih baik dari diri kita baik dari segi ilmu ataupun kemampuan serta keahlian, kita akan termotivasi untuk bisa lebih baik dan tanpa terasa kita akan memiliki banyak kemampuan sehingga menimbulkan rasa percaya diri bahwa saya bisa melakukan sesuatu  

Sebuah organisasi membutuhkan seorang pemimpin yang memiliki rasa percaya diri yang tinggi sehingga bisa membawa organisasi yang dipimpinnya menuntaskan semua programnya dengan baik

5. Membangun Hubungan Positif dengan Banyak Orang

Seorang pemimpin diharapkan mampu membangun hubungan positif dengan orang lain untuk menjalin komunikasi dan koordinasi agar semua tujuan organisasi dapat tercapai. Berjuanglah untuk banyak melakukan pertemuan, koordinasi dan kerjasama bangunlah relasi seluas mungkin karena itu sangat dibutuhkan untuk kemudahan organisasi

Organisasi Anda akan dikenal dan ketika mereka tahu bahwa organisasi Anda sangat bagus maka banyak orang akan bekerjasama dengan organisasi Anda

Bergeraklah terus dan buatlah arus perubahan dalam organisasi Anda!

Selamat mencoba…

Islam Ali Akbar Islam Ali Akbar adalah seorang Dosen, Guru, Trainer juga Motivator. Alumni Jurusan Ekonomi UNJ dan Magister Administrasi Pendidikan UHAMKA ini tinggal di Kota tangerang Selatan, Banten.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *