Islam Ali Akbar Islam Ali Akbar adalah seorang Dosen, Guru, Trainer juga Motivator. Alumni Jurusan Ekonomi UNJ dan Magister Administrasi Pendidikan UHAMKA ini tinggal di Kota tangerang Selatan, Banten.

Two Stay Two Stray

1 min read

Model pembelajaran yang tepat akan merangsang siswa untuk belajar dengan optimal dalam suasana yang menyenangkan. Nah, kita sekarang akan mencoba satu model pembelajaran Two Stay Two Stray atau Dua Tinggal Dua Tamu.

Yuks kita kenali  model pembelajaran ini,

Ciri-ciri model pembelajaran Two Stay Two Stray, yaitu :

1. Siswa bekerja dalam kelompok secara kooperatif untuk menuntaskan materi belajarnya.

2. Kelompok dibentuk dari siswa yang memiliki kemampuan tinggi, sedang dan rendah.

3. Bila mungkin anggota kelompok berasal dari ras, budaya, suku, jenis kelamin yang berbeda.

4. Penghargaan lebih berorientasi pada kelompok dari pada individu

Langkah-langkah strategi Two Stay Two Stray memodifikasi Trianto (2007) dan Kagan (dalam Sulastri, 2006) yaitu:

(1) Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa.

(2) Mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok kooperatif (4 orang/kelompok)

(a) Setelah selesai, dua siswa dari masing-masing kelompok akan   meninggalkan kelompoknya dan masing-masing bertamu ke kelompok yang lain.
(b) Dua siswa yang tinggal dalam kelompok bertugas membagikan hasil kerja dan informasi mereka ke tamu mereka.
(c) Tamu mohon diri dan kembali ke kelompok mereka sendiri dan melaporkan temuan mereka dari kelompok lain.
(d) Kelompok mencocokkan dan membahas hasil-hasil kerja mereka

(3) Membimbing kelompok bekerja dan belajar.

(4) Menganalisis.

(5) Evaluasi.

(6) Memberi penghargaan.

Dalam model pembelajaran ini terjadi proses transformasi konsep secara kolektif (collective concept transformation). Collective concept transformation merupakan proses menjalankan dan menggali secara terus menerus pada konflik kognitif dan memecahkannya dengan cara dialektis, dialog bersama, mengintegrasikan alasan-alasan, membagi pemikiran, menyatukan argumen, dan saling mempengaruhi secara dinamis.

Model Pembelajaran ini juga sesuai dengan fitrah manusia sebagai makhluk sosial yang penuh ketergantungan dan selalu membutuhkan orang lain, mempunyai tujuan dan tanggung jawab bersama, pembagian tugas, dan perasaan senasib. Dengan kenyataan seperti 10 ini, belajar berkelompok secara kooperatif melatih siswa untuk saling berbagi (sharing) pengetahuan, pengalaman, tugas, dan tanggung jawab. Selain itu siswa juga berlatih untuk saling membantu, berinteraksi, berkomunikasi, dan bersosialisasi secara positif.

Selamat Mencoba ya!

Islam Ali Akbar Islam Ali Akbar adalah seorang Dosen, Guru, Trainer juga Motivator. Alumni Jurusan Ekonomi UNJ dan Magister Administrasi Pendidikan UHAMKA ini tinggal di Kota tangerang Selatan, Banten.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *